Senin, 30 November 2015

Inilah Biaya Ekstra Saat Beli Rumah

 
Berbeda dengan transaksi pembelian kendaraan bermotor, transaksi pembelian rumah menghadapkan Anda pada hal lain yang harus dipikirkan. Di mana untuk mengurusnya pun tidak mudah, sebab Anda harus membutuhkan waktu yang tidak singkat. Lokasi favorit seperti Pondok Indah, Menteng, Cibubur, Serpong, dan daerah di lingkup Jabodetabek banyak menjadi pilihan.

Anda harus menghubungi beberapa pihak terkait agar jual beli rumah atau properti bisa mendapatkan surat yang sah. Ditambah lagi, biaya-biaya yang harus dikeluarkan juga tidak akan sedikit, karena biaya tersebut merupakan biaya resmi yang wajib dibayarkan kepada pemerintah.
Untuk Anda yang ingin melakukan transaksi jual beli rumah atau properti lainnya, sebaiknya Anda mengetahui dan memahami beberapa biaya yang akan dikeluarkan seperti pada penjelasan yang dilansir Viva.co.id berikut ini:

1. Biaya pengecekan sertifikat
Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah mengecek sertifikat rumah atau bangunan tersebut. Hal ini harus Anda lakukan agar terhindar dari penipuan yang makin marak terjadi saat ini.

Tentu saja Anda tidak ingin jika sertifikat bangunan tersebut palsu bukan? Maka dari itu pengecekan sangat dianjurkan untuk dilakukan agar nantinya tidak akan ada masalah yang akan timbul jika sertifikat tersebut ternyata palsu.
Untuk mengecek keaslian sertifikat, Anda bisa datang langsung ke kantor pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional. Jika surat sertifikat memang asli, pihak Dinas Pertanahan akan memberikan cap resmi.
Selain itu, Anda juga bisa membayar jasa kepada notaris atau PPAT untuk mengecek keaslian sertifikat.

2. Biaya pajak
Pajak ini haruslah ditanggung oleh kedua belah pihak, yaitu si pembeli maupun si penjual. Dasar perhitungan dari pajak ini adalah dari nilai nilai jual objek pajak (NJOP) yang biasanya tertera di dalam lembaran pajak bumi dan bangunan (PBB).

Jika Anda merupakan pihak penjual, maka akan diwajibkan membayar pajak penghasilan (PPh). Perhitungan dari pajak ini adalah 5 persen dari hasil penjualan rumah atau properti anda.
Selain itu, kedua belah pihak pun harus membayar bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar 5 persen dari harga jual yang dikurangi nilai jual tidak kena pajak (NJOPTKP).
Kemudian, biaya pajak ini harus disetorkan ke bank yang telah ditunjuk, dan slip hasil penyetoran harus dilaporkan sebagai tanda bukti lunas pajak ke kantor pajak di daerah anda.

3. Biaya jasa notaris
Agar lebih aman dalam melakukan transaksi jual beli rumah dan properti, Anda harus membayar jasa notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli (AJB) dan bea balik nama (BBN), agar rumah atau properti yang dibeli mempunyai surat penjualan yang sah.

Untuk biayanya, biasanya harga pembuatan surat-surat tersebut 1 persen dari harga jual rumah atau properti yang terjual. Pembayaran biaya pembuatan AJB dan BBN ini dibayarkan sesuai dengan kesepakatan dari si penjual dan pembeli sebelumnya.

4. Biaya broker
Biaya ini menambah daftar biaya ekstra anda jika dalam penjualan rumah atau properti tersebut, anda menggunakan jasa broker. Besar biaya broker ini tidak menentu karena hal tersebut tergantung dari kesepakatan anda dengan broker sebelumnya.


5. Biaya lain
Biaya lain muncul apabila Anda membutuhkan tanda tangan beberapa orang yang menjadi saksi jual beli rumah atau properti tersebut. Hal ini dilakukan agar nantinya properti yang Anda beli tidak akan menjadi sengketa, karena telah ada saksi yang mengetahui bahwa properti tersebut telah berpindah kepemilikan.


6. Biaya untuk bank
Saat mengajukan KPR, hal yang pertama dilakukan bank adalah melakukan pengecekan dan kelengkapan berkas yang membutuhkan biaya. Beberapa biaya yang muncul seperti biaya appraisal atau survei aset properti.

Selain itu, pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku sama halnya saat Anda membeli secara tunai. Tahap ini biasanya mengeluarkan biaya sekitar Rp300.000-750.000.
Ada juga biaya provisi bank sebesar 0,5-1 persen dari total pinjaman. Masih ada lagi tambahan biaya administrasi bank sebesar Rp250.000-500.000. Dan jangan lupa masih ada juga biaya asuransi, yang terdiri dari asuransi jiwa (sebesar 1-2 persen dari total pinjaman) dan asuransi kebakaran (1 persen dari total pinjaman).

Wilayah Tangerang Jadi Primadona Investasi

Sebuah Fakta bahwa kawasan Bandara saat ini telah menjadi Primadona Investasi Bisnis Properti. Para Pengembang dan pelaku bisnis industri properti sudah melihat sejak lama  peluang besar tersebut , pasalnya pembangunan di sekitar kawasan bandara sekarang ini telah menjadi tren dan mereka sangat memahami dengan benar jika Investasi selalu mengikuti tren yang berkembang.

Sejalan dengan tumbuhnya bisnis penerbangan di Indonesia, area sekitar bandara menjadi sangat menggoda untuk di abaikan begitu saja. Betapa tidak, potensi pasar yang bisa ditangkap para pengembang, terus meningkat dari tahun ke tahun.

Khusus di area sekitar Bandara International Soekarno-Hatta,yang terletak di wilayah Tangerang, Banten,  banyak pengembang yang memanfaatkan kesempatan untuk membangun fasilitas hunian, akomodasi perhotelan, dan juga pergudangan modern. Sedang bagi Investor dan pelaku bisnis properti lainnya ini dijadikan momentum sebagai peluang emas untuk menambah instrument investasi mereka dengan potensi yang sangat besar untuk meningkatkan aset dan nilai investasi mereka.

Harga tanah pun setiap tahunnya mengalami kenikan yang cukup tinggi, sehingga banyak para konsumen yang mencari rumah, khususnya di daerah Tangerang yang memang dekat dengan Bandara International Soekarno-Hatta. Mudahnya fasilitas transportasi dari berbagai penjuru menjadi daya tarik wilayah Tangerang untuk dijadikan tempat investasi ataupun hunian pribadi.

Terlebih ditahun 2013 Bandara International Soekarno-Hatta tercatat melayani 62,1 juta penumpang. Bahkan, Bandara International Soekarno Hatta tercatat sebagai bandara tersibuk kedelapan di dunia pada tahun 2013 berdasarkan rilis Airport World yang merupakan media resmi dari Airport Council International.(vaa)

Untuk Informasi Jual Rumah di Tangerang, Klik>> http://goo.gl/YR2mb1

Bekasi Sepakati Perluasan Operasional Jalur Transjakarta

 
Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, sepakat untuk memperluas operasional jalur Transjakarta di wilayahnya untuk mempermudah alur transportasi warga di kedua wilayah.

"Kota Bekasi sebagai wilayah penyangga ibukota membahas hubungan kemitraan seperti rencana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama untuk memperluas jalur Transjakarta hingga ke Kota Bekasi dan kami sepakat," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, nantinya akan ada jalur khusus bagi bus Transjakarta menuju sejumlah kawasan di Kota Bekasi yang letaknya berbatasan dengan DKI. DKI menjanjikan akan ada subsidi terhadap tarif angkutan massal tersebut bilamana operasionalnya diperluas masuk ke kawasan Kota Bekasi.

Armada itu diharapkan dapat mengurangi dampak kemacetan lalu lintas di kedua wilayah karena para pengguna kendaraan akan didorong untuk beralih menggunakan bus Transjakarta yang aman dan nyaman.

Hingga saat ini jalur Transjakarta baru merambah di Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, dengan trayek Pulogadung-Harapan Indah.

Tentu hal tersebut memberi kemudahan bagi masyarakat bekasi ataupun para pebisnis untuk lebih memilih bekasi sebagai tempat hunian maupun investasi. Untuk para pebisnis di Bekasi tersedia kawasan pergudangan dengan konsep multiguna atau 3 in one concept. Sebagai gudang, kantor, maupun workshop, yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Pergudangan modern BizPark 3 Bekasi berlokasi di Jalan Sultan Agung, memiliki akses pintu tol Cakung-Pulo Gadung yang terhubung langsung dengan jalan tol Lingkar Luar menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta. Selain itu juga dapat diakses melalui tol Bintara & tol Bekasi Barat. Hanya sepuluh menit dari pintu tol Bekasi Barat.

Realisasi Investasi di Riau Rp11 Triliun

 
Realisasi investasi di Provinsi Riau hingga pertengahan November tahun 2015 mencapai Rp11 triliun dari target realisasi investasi yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal sebesar Rp18,5 triliun.

"Kita mencatat, hingga kini baru Rp11 triliun investasi yang ditanamkan di Riau," ungkap Kepala Badan Penanam Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau, Ismaili Fauzi di Pekanbaru.

Ia jelaskan, realisasi sebesar itu rata-rata masih menyasar pada sektor unggulan yang merupakan primadona setiap tahun seperti perkebunan, hutan tamanan industri dan sektor jasa di provinsi berjuluk bumi lancang kuning.

Beberapa faktor dinilai masih menjadi penghambat investasi di Riau seperti masalah rencana tata ruang dan wilayah yang belum disahkan Kementerian Kehutanan, lalu kebakaran lahan dan hutan di Sumatera menimbulkan kabut asap kiriman serta terbatasnya infrastruktur.

Seperti diketahui, aktifitas perekonomian di daerah itu lumpuh selama hampir tiga bulan atau mulai dari Agustus hingga Oktober 2015 akibat dilanda kabut asap kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi "Kita tetap optimis target yang dibebankan oleh BPKM mencapai Rp18,5 triliun, bisa dikejar. Apalagi tahun tahun ini masih ada waktu sekitar satu bulan setengah lahi hingga akhir tahun," ucap dia.

Pelaksana tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pada pertengahan tahun ini menjelaskan bahwa investasi di Riau tidak berhenti. Walu lambat, tapi terus bergerak yang membawa tren positif bagi daerah itu.

Meski saat ini masih terjadi perlambatan ekonomi duani secara global termasuk realisasi investasi, sedangkan bagi Provinsi Riau salah satu disebabkan karena belum tuntasnya Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) .

"Tapi secara penambahan, tejadi investasi yakni contohnya PT RAPP (Riau Pulp and Paper) menambah tanamkan modal sebesar Rp4 triliun. Selain itu, terdapat juga investasi pabrik pupuk di Dumai," kata dia.

Tingginya investasi di Riau akan mengairahkan sektor ekonomi di Pekanbaru. Menjawab peluang tersebut, Grup Ciputra menghadirkan CitraGarden Pekanbaru, sebuah hunian bertaraf internasional yang menunjang gaya hidup Anda. Dengan memiliki hunian mewah di CitraGarden Pekanbaru, Anda akan memaksimalkan investasi di bidang properti yang senantiasa tumbuh positif dari tahun ke tahun.

Beli Rumah di Bekasi Kini Bebas Banjir


Daerah Bekasi yang cukup terkenal akan rawan banjir membuat sebagian dari Anda berpikir dua kali untuk membeli rumah di kawasan pinggir Jakarta tersebut, namun rasa khawatir tersebut bisa dihilangkan karena Pemerintah Kota Bekasih sudah menyiapkan 40 unit pompa untuk mengantisipasi banjir pada musim hujan kali ini.

Dilansir dari berita yang ditulis dalam Kompas, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan, 40 pompa yang disiagakan untuk menghadapi musim hujan kali ini terdiri dari 24 pompa yang berada di dalam rumah pompa, 15 pompa yang disimpan di kantor RT dan RW, dan 1 pompa yang disiapkan dalam kendaraan (mobile).

"Dinas Bina Marga dan Tata Air juga masih punya tiga pompa cadangan yang dapat digunakan di lokasi banjir jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar Tri.

Menurutnya, semua pompa tersebut sudah dalam kondisi siap pakai karena telah diperbaiki. Kebanyakan pompa ditempatkan di kompleks perumahan yang berada di tepi Kali Bekasi yang kerap banjir.

Sebagian pompa lain ditempatkan di beberapa lokasi rawan banjir lain yang tidak berada di tepi Kali Bekasi. Terdapat 49 lokasi rawan banjir di Kota Bekasi yang kebanyakan berada di tepi Kali Bekasi.

Tri menambahkan, selain menyiagakan pompa agar dapat segera menyedot genangan air di lokasi banjir, Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan petugas untuk memantau pergerakan debit Sungai Cileungsi dan Cikeas yang menjadi hulu dari Kali Bekasi.

Untuk mengatasi banjir di sebagian titik, Tri mengungkapkan, Pemkot Bekasi membangun kolam retensi di Pengasinan, Danita, Aren Jaya, dan Grand Galaxy. Di samping itu, terdapat proyek penguatan tanggul, normalisasi saluran air, dan pembangunan drainase yang diharapkan dapat mengantisipasi luapan air sungai di puncak musim hujan pada Desember dan Januari.

DKI Bangun Rusunawa Khusus Petugas PPSU

 
Pemerintah provinsi DKI Jakarta kini tengah menyiapkan rusun bagi petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta. Salah satu yang saat ini sedang dibangun adalah rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur. Rusun ini nantinya disediakan bagi PPSU pria yang masih lajang atau belum menikah.

Kepala Unit Pengelola Rusun Wilayah III DKI Jakarta, Sayid Ali, mengatakan, penyediaan rusun ini merupakan keinginan dari Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. "Rusun ini memang keinginan pak gubernur, yang masih lajang disediakan rusun supaya mandiri. Pertama dibangun di Rawa Bebek, nanti di tiap wilayah Jakarta akan dibangun juga," ujar Ali, Minggu (29/11).

Tiap unit rusun ini memiliki luas 24 meter persegi dengan fasilitas tempat tidur tingkat, lemari, meja makan, dan dua kamar mandi. Menurut Ali, unit rusun ini menyerupai bentuk mess karena tidak memiliki dapur. Nantinya petugas PPSU akan dipungut biaya sebesar Rp 425 ribu per bulan.

"Biayanya lebih mahal karena mereka bukan korban gusuran. Tapi itu bisa dibagi dua karena satu unit rusun memang untuk dua orang," jelasnya. Rusun tersebut, kata Ali, dibangun lima lantai dengan dibagi menjadi enam blok di mana tiap blok terdiri dari 125 unit rusun.

Ia menambahkan, PPSU yang bersedia menempati rusun hanya perlu menyiapkan KTP, Kartu Keluarga, dan surat dari pimpinan yang menyatakan bahwa petugas benar-benar bekerja sebagai PPSU serta pernyataan jika belum menikah.

"Kalau ternyata mau menikah atau sudah menikah, konsekuensinya harus keluar. Penghuni bisa tinggal selama dua tahun dan dapat diperpanjang," imbuhnya. Sementara untuk PPSU perempuan, pihaknya telah menyiapkan satu blok khusus yang dibedakan dengan unit rusun untuk para pria. Namun menurut Ali tak menutup kemungkinan jumlah blok yang diberikan akan ditambah.
"Kita sesuaikan unit yang untuk perempuan, kalau memang banyak peminat akan kita tambah," pungkasnya.

Bantuan Uang Muka Mudahkan PNS Memiliki Rumah

 
Badan Pertimbangan Tabungan perumahan (Bapertarum) membenarkan adanya bantuan uang muka Rp 2 juta untuk PNS, termasuk guru.  Bantuan itu diberikan sebagai biaya uang muka bagi para guru yang telah menjadi pegawai negeri sipil (PNS) untuk membeli rumah.

"Bapertarum memberikan bantuan uang muka sesuai golongan tapi itu bisa dipakai untuk membeli rumah yang masuk program nasional pembangunan Satu Juta Rumah," kata Relation Manager Bapertarum, Wahyudi, di Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Wahyudi menambahkan bahwa rumah yang masuk kategori program Satu Juta Rumah seharga di bawah Rp 126 juta untuk wilayah Jakarta. Adapun bantuan uang muka (BUM) untuk PNS terbagi atas berbagai golongan. Golongan I PNS BUM sebesar Rp 1,2 juta, golongan II memperoleh Rp 1,5 juta, dan golongan III berhak atas uang Rp 1,8 juta.

Bapertarum tidak menyediakan BUM untuk golongan IV terkait peraturan pemerintah yang menyatakan bahwa golongan IV tidak termasuk MBR dan tidak berhak atas BUM. "Jadi ada subsidi silang dari golongan IV, walaupun nggak dapat bantuan tapi bisa diambil ketika pensiun nanti sesuai dengan jumlah potongannya tiap bulan," imbuh Wahyudi.

Tak hanya BUM, Bapertarum kini juga memberikan Bantuan Tabungan perumahan (BTP). Nominalnya sebesar Rp 4 juta untuk semua golongan, termasuk golongan IV. "Kalau PNS mau KPR di program sejuta rumah akan ada tambahan Rp 4 juta yang kita kasih secara cuma-cuma. Kalau yang BUM itu kan dipotong dari gaji PNS tiap bulan," kata Wahyudi.