Kendati eskalasi pertumbuhan properti tahun ini tidak sekuat dua
tahun lalu, namun optimisme masih tetap ada. Terlebih di daerah-daerah
spesifik dengan masyarakat berdaya beli tinggi.
Karan Khetan, pengamat properti serta CEO di sebuah perusahaan jual
beli online mengatakan, ada tiga kota di luar kawasan Jadebotabek,
Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar, yang tahun ini bakal menjadi
area paling "hot" atau primadona untuk investasi dan bisnis properti.
"Ketiga kota tersebut adalah Pekanbaru di Riau, Balikpapan di
Kalimantan Timur, dan Manado di Sulawesi Utara. ketiga kota ini punya
keunggulan spesifik yang tidak dimiliki kota-kota lainnya dan kami
prediksi akan terus tumbuh dan menjadi pilihan investasi," tuturnya.
Pekanbaru juga unggul karena kota ini merupakan rumah bagi beberapa
perusahaan multinasional, terutama di sektor minyak-gas, dan perkebunan.
Pertumbuhan ekonominya di atas 8 persen, memungkinkan daya konsumsi
masyarakatnya bergerak dinamis.
"Karena itu kebutuhan properti, terutama hunian, dan komersial terus
menunjukkan pertumbuhan di kota ini. Prediksi kami, tahun ini,
pengembangan rumah akan meningkat, demikian pula geliat untuk
perhotelan, dan pusat belanja. Ada banyak ekspatriat yang membutuhkan
hunian," kata Karan.
Ciputra Group Rambah Perumahan Pekanbaru
Berdasarkan data dari Kompas.com, sejumlah pengembang nasional sudah
mulai menggarap kota ini, antara lain Ciputra Group. Setelah membangun
portofolio
Citra Garden Pekanbaru,
Citra Land Pekanbaru, dan Mal Ciputra Seraya Pekanbaru, mereka akan
berekspansi dengan mendirikan Ciputra Business Park. Selain Ciputra,
Pekanbaru juga dilirik Paramount Land.
Secara umum, tak kurang dari enam pengembangan properti multifungsi
(mixed use project) yang merangkum hotel, apartemen, pusat belanja, dan
pusat konvensi yang ada di kota ini. Keenam proyek tersebut adalah Green
City Pekanbaru, Sentra Komersial Arengka, Riau Town Square, Sadira
Plaza dan Tangram Hotel, Pekanbaru Park, dan The Peak.
"Sementara Balikpapan, merupakan magnet paling kuat di Kalimantan.
Kota ini punya kelebihan yakni infrastruktur yang menunjang bisnis di
sektor pertambangan migas, batubara, dan juga jasa. Kalangan pendatang
menstimulasi pertumbuhan konsumsi di Balikpapan. Sehingga banyak
pembangunan mal baru di sini," imbuh Karan.
Saat ini, terdapat setidaknya empat pusat belanja yang tengah
dikembangkan yakni Pentacity Mall, The Plaza Balikpapan, Borneo Bay
Mall, dan Balikpapan Supermall. Satu di antaranya bahkan merupakan pusat
belanja dengan genre gaya hidup dengan kelas tertinggi di Kalimantan.
Balikpapan, lanjut dia, adalah pendorong utama sektor properti di
luar Jawa dan Sumatera. Tahun 2015 ini Karan memprediksi ada banyak
investasi masuk, terutama yang berasal dari investor domestik.
"Terakhir Manado. Kota ini kaya akan destinasi wisata. Dengan
demikian jenis properti yang bakal berkembang adalah yang menunjang
industri pariwisata seperti hotel, vila, dan ruang-ruang pertemuan untuk
kegiatan meeting, incentives, and exhibition (MICE)," kata Karan.
Beberapa raksasa properti sudah masuk ke kota ini. Sebut saja Ciputra
Group, Sinarmas Land dan menyusul nama-nama lainnya. Hal ini merupakan
indikator kuat Manado jadi opsi investasi utama di Pulau Sulawesi.
"Harga lahan dan propertinya masih terhitung rendah ketimbang
Makassar. Namun begitu, peluang pertumbuhannya lebih tinggi, karena
Manado berangkat dari nol, sedangkan Makassar sudah lebih dulu eksis.
Jadi pertumbuhan harga di Makassar menipis," pungkas Karan. (bn)
Detail info: www.citragardenpekanbaru.com