Kalau Anda termasuk mereka yang beruntung sudah memiliki aset berupa
rumah lebih dari satu dan tidak Anda tempati sendiri, maka menyewakan
rumah tersebut dapat menjadi salah satu tambang uang Anda.
Pasalnya, kebutuhan perumahan, terutama di lokasi-lokasi prima dan
strategis, semakin tinggi seiring dengan arus masuknya modal dan barang
yang mendorong perekonomian negara kita.
Bagi Anda, sebagai pemilik rumah sewa, memberi iming-iming berupa
fasilitas yang menarik bisa menjadi alasan kuat bagi penyewa untuk
merasa betah dan akhirnya menjadi klien jangka panjang.
Sebab, dalam bisnis penyewaan rumah, lebih baik Anda memiliki satu
klien yang menyewa satu rumah dalam jangka waktu panjang, ketimbang
beberapa klien yang menyewa rumah dalam jangka waktu pendek. Itu karena
risiko kerusakan rumah bakal jauh lebih besar bila rumah ditempati
orang-orang yang berbeda dalam kurun waktu yang pendek. Anda pun repot
melakukan perbaikan dari satu klien ke klien lain.
Jadi, apa saja hal signifikan yang perlu Anda perhatikan sebelum
menyewakan rumah? Simak saran dari Henry Nasution, pemilik beberapa
rumah sewaan di kawasan Jakarta Selatan.
Surat Perjanjian. Hal yang pertama kali dan paling
penting ditekankan adalah jangan menyewakan rumah tanpa membuat surat
perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak. “Lakukan konsultasi
pada pengacara untuk membuat draft perjanjian,” ujar Henry. “Walaupun
awalnya mahal, tetapi draft perjanjian tersebut, kan, bisa Anda gunakan
berulang-ulang, baik untuk rumah yang sama maupun rumah lain yang hendak
disewakan – tentunya dimodifikasi sesuai kebutuhan.”
Peraturan-peraturan. Sertakan peraturan-peraturan
yang wajib dipatuhi oleh penyewa dan cantumkan dalam surat perjanjian.
Lengkapi pula dengan sanksi apabila penyewa melanggar.
“Peraturan-peraturan seperti dilarang membuat bangunan baik permanen
maupun non permanen, membuat kandang hewan seperti kandang ayam,
melakukan kegiatan ilegal, dan dilarang keras menyewakan rumah kepada
orang lain, adalah hal-hal yang standar,” ungkap Henry. “Pastikan
penyewa memparaf masing-masing peraturan pada surat perjanjian, dan
tanyakan apakah mereka memahami. Tak ada salahnya untuk membuat semacam
pengumuman yang dipasang pada pigura lalu ditempelkan di salah satu
tembok rumah supaya penyewa bisa ingat peraturan-peraturan tersebut.”
Exit plan. Penjelasan mengenai rencana saat
perjanjian sewa menyewa berakhir juga harus ditulis dan dijelaskan
segamblang mungkin. Hal itu termasuk sanksi pada saat penyewa terlambat
membayar uang sewa, dan hak pemilik rumah sewa untuk melakukan tindakan
tertentu.
Perabotan rumah tangga. Kalau Anda tidak mau repot,
sebaiknya rumah tidak usah dilengkapi dengan perabotan rumah tangga.
Selain dana untuk mempersiapkannya cukup besar, tidak semua penyewa
memiliki kepedulian yang sama besarnya untuk merawat perabotan yang Anda
sediakan. Namun, bila penyewa menghendakinya, buat perjanjian khusus
dan sanksi terkait dengan perawatan perabotan-perabotan tersebut.
Tipe penyewa. Henry mengaku bahwa ia lebih menyukai
penyewa yang merupakan sebuah keluarga dibanding penyewa non keluarga,
apalagi pelajar atau mahasiswa/i. “Ada plus minusnya, sih. Plusnya kalau
keluarga, dari pengalaman saya mereka tidak terlalu ruwet dan begitu
cocok akan menyewa dalam jangka waktu pendek. Minusnya adalah kalau
keluarga tersebut memiliki anak balita, karena anak-anak seumur mereka
bakal suka sekali mencoreti dinding rumah,” papar Henry. ”Lakukan pula
wawancara terhadap penyewa, tanyakan tempat bekerja, asal mereka, cek
kelengkapan dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga – buat salinannya,
dan dokumen lain yang Anda merasa perlu lihat dan miliki salinannya.”
Perawatan rumah. Buatlah perjanjian dengan penyewa,
apa saja perawatan dan kerusakan rumah yang Anda tanggung dan tidak.
Jangan bebankan perawatan rumah seluruhnya pada penyewa – karena mereka
pasti tidak akan maumerawat sebaik Anda sebagai pemilik rumah, namun
juga jangan bebani Anda dengan biaya perawatan sepenuhnya. Prinsipnya
harus 50:50. Untuk itu, jangan habiskan uang sewa yang Anda terima untuk
hal-hal lain. Sisihkan setidaknya 20 persen untuk biaya perawatan
rumah. Uang yang terkumpul kelak dapat anda gunakan untuk merenovasi
rumah saat hendak menyewakan kepada penyewa baru.
Keamanan. Segera ganti kunci-kunci rumah sewaan
begitu berganti penyewa. Dengan demikian keamanan penyewa baru rumah
sewaan Anda akan lebih terjamin. Perkenalkan juga penyewa baru ke RT
setempat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sumber: http://www.properti.net/artikel-7-hal-yang-harus-diperhatikan-sebelum-menyewakan-rumah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar