Executive Director Cushman &
Wakefield Indonesia, Handa Sulaiman, menyarankan kepada para konsumen
dan investor agar berhati-hati membeli properti untuk investasi saat
ini.
"Bisnis properti mengikuti pertumbuhan
Produk Doestik Bruto (PDB). Kalau ekonomi melambat, properti ikut
melambat juga," ujar Handa, seusai menjadi pembicara Business Forum yang
telah kami lansir dari Kompas pada Rabu (30/9) kemarin.
Pasalnya, jumlah penyewa dan harga sewa
mengalami koreksi sejak semester dua 2014 lalu. Handa mencontohkan, ruko
yang selama ini sering dijadikan instrumen investasi mengalami
kejatuhan tajam. Hanya 16 persen yang tersewa, 84 persen lainnya
dibiarkan kosong.
Kendati tak menyebut jumlah total
populasi ruko, namun Handa menilai kondisi tersebut sangat berbahaya.
Harga akan tertekan dan kemungkinan besar terkoreksi. Selain ruko,
apartemen sewa pun mengalami penurunan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar